metode statistika

Steganalisis adalah ilmu untuk mendeteksi keberadaan pesan tersembunyi pada suatu media (teks, gambar, suara, video).  Sebagai seorang steganalist anda bertugas untuk menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi pesan tersembunyi tersebut. Pernahkah anda memikirkan bagaimanan cara untuk membuat alat ini? Dalam pemeriksaannya, satu-satunya object yang kita punya adalah media yang akan di-check itu sendiri. Lalu bagaimana kita dapat mendeteksinya? Akan saya coba jelaskan secara perlahan-lahan bagaimana cara pendeteksiannya. Dalam artikel ini akan saya jelaskan steganalisis metode statistika secara global

Isi

Jika dilihat/didengar dengan mata/telinga telanjang dapatkah anda mendeteksi adanya pesan tersembunyi pada suatu media? Jika jawabannya Iya, maka ada 2 kemungkinan : teknik steganografi yang digunakan jelek atau anda adalah seseorang dengan kemampuan super. Umumnya kita tidak dapat mendeteksi adanya pesan tersembunyi pada suatu media, karena teknik steganografi di design untuk ini.

Tahapan dari Metode Statistika adalah sebagai berikut:

  1. Estimasi Sinyal Cover
  2. Ekstraksi Fitur-fitur
  3. Pemilihan Fitur yang tepat
  4. Klasifikasi
  5. Decission

Keterangan:

  1. Tahap Estimasi Sinyal Cover adalah tahap dimana kita melakukan proses yang dinamakan De-Nosing (menghilangkan sinyal noise), salah satu contohnya adalah dengan menerapkan metode Wavelet Shrinkage pada media audio. Sinyal keluaran hasil proses De-Noising dianggap sudah bersih dari noise (pesan tersembunyi), sehingga bisa diestimasikan sebagai sinyal cover. Dikatakan estimasi, karena kita tidak tahu file cover yang sesungguhnya.
  2. Ekstraksi Fitur-fitur berkaitan dengan tahap 4 (classification), agak sulit untuk menjelaskan tahap ini. Karena banyak sekali metode yang harus dijelaskan. Tapi bila anda mempelajari lebih lanjut mengenai metode classification anda pasti tidak akan kesulitan mengenai tahap ini. Singkatnya dari suatu media kita dapat mengekstraksi fitur-fitur dari media tersebut. Sama seperti jika kita melihat suatu benda, maka kita dapat menilai berat, tinggi, warna,dan bau dari benda tersebut. Berat, tinggi, warna, dan bau inilah yang disebut dengan fitur. Sekarang pertanyaannya : Fitur-fitur apa saja yang dapat anda ekstrak dari media gambar, suara, atau video? Tugas anda lah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini
  3. Masih berkaitan dengan tahap ke-2, setelah anda berhasil mengekstrak fitur-fitur yang sudah ada, anda harus memilih fitur-fitur apa saja yang cocok untuk diklasifikasi. Jika anda ingin mengklasifikasikan suatu benda yang berwarna cerah dengan yang berwarna gelap, apakah fitur berat dan tinggi mempunyai pengaruh? Karena hal inilah pemilihan fitur yang tepat menjadi penting. Salah satu cara untuk memilih fitur yang lengkap adalah dengan menerapkan metode ANOVA (Analisis of Variance).
  4. Proses klasifikasi menggunakan nilai fitur-fitur yang telah diekstrak, kemudian diklasifikasikan berdasarkan pola yang ada. Pola ini didapat berdasarkan sample-sample yang terdahul. Anggap anda adalah anak bayi yang sedang belajar membedakan warna. Apakah anda tau benda yang berwarna cerah seperti apa? Apakah anda tau benda berwarna gelap itu seperti apa? Hal pertama yang anda butuhkan adalah contoh. Sama seperti itu, proses klasifikasi ini juga membutuhkan contoh (sample) untuk membuat pola pengklasifikasiannya. Dari contoh yang yang ada, akan dibuat suatu pola atau bisa disebut juga garis batas, mudahnya seperti ini : “jika lebih besar diklasifikasikan sebagai A, jika lebih kecil diklasifikasikan sebagai B”.  Semakin banyak contoh yang anda punya, maka hasil pengklasifikasian akan menjadi semakin akurat. Teknik classification yang paling mudah untuk diterapkan menurut saya adalah “Linear regression classifier“, tidak terlalu rumit karena pola dibuat hanya secara linear saja. Tapi efek samping-nya hasil kurang akurat. Ada beberapa teknik classification yang lain yang dapat diterapkan seperti SVM, atau mungkin saja bisa diterapkan juga dengan menggabungkan Genetic Algorithm.
  5. Dari tahap-4 akan menghasilkan suatu kesimpulan, apakah media tersebut mengandung pesan tersembunyi atau tidak.

Sepertinya sudah cukup banyak yang saya ceritakan untuk Metode ini, jika ingin mengetahui lebih lanjut bisa langsung comment pada postingan ini, mudah2an saya bisa segera menjawab.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s